Perjalanan Maia di bidang obat dimulai di University of Buenos Aires, Argentina, tempat ia memperoleh gelar dokter. Didorong oleh minat mendalam terhadap kompleksitas otak dan perawatan akut, ia mengejar spesialisasi neurologi. Ia kemudian menyelesaikan Beasiswa yang sangat terspesialisasi dalam Penyakit Serebrovaskular di Fleni, sebuah lembaga neurologi terkemuka di Amerika Latin. Pelatihan yang cermat ini memberinya pengetahuan dasar dan keterampilan klinis yang diperlukan untuk mengelola kasus stroke yang kompleks, yang menjadi landasan bagi kariernya di masa depan dalam neurologi vaskular.
Maia sangat berkomitmen untuk memajukan ilmu pengobatan stroke. Sepanjang kariernya, ia telah berpartisipasi aktif dalam studi epidemiologi yang signifikan di Argentina, terutama studi EstEPA (Estudio Epidemiológico Poblacional del ACV). Selanjutnya, ia telah berkontribusi pada pengembangan terapi baru dengan berperan sebagai Sub-Peneliti (SI) dan Peneliti Utama (PI) untuk berbagai uji klinis. Pengalaman ini telah memberinya pemahaman komprehensif tentang kesenjangan antara penelitian klinis dan perawatan pasien di dunia nyata.
Sebelum bergabung dengan sektor korporasi, Maia menjabat sebagai Koordinator area Neurologi Vaskular di Sanatorio de los Arcos. Selama masa jabatan inilah hubungannya dengan Angels Initiative dimulai. Sebagai koordinator, ia menerima dukungan yang tak ternilai dari Angels untuk mengoptimalkan jalur stroke mereka dan meningkatkan metrik kualitas. Menyaksikan dampak nyata dari inisiatif ini pada timnya sendiri dan pasien menginspirasinya untuk menjadi pembicara Angels, mendukung perawatan stroke yang lebih baik di seluruh wilayah. Akhirnya dia bertransisi ke Boehringer Ingelheim sebagai Penasihat Medis, dan hari ini, dia merasa terhormat memimpin tim sebagai Kepala Tim Angels.
Transisinya dari seorang dokter yang menerima dukungan Angels menjadi pemimpin tim menjadi sumber kebanggaan yang luar biasa. Ia bergabung dalam inisiatif ini karena ia telah melihat secara langsung bagaimana hal itu mengubah rumah sakit dan menyelamatkan jiwa.
Dia berkata, “Motivasi saya sederhana namun kuat: untuk memastikan bahwa lebih banyak pasien menerima standar perawatan tertinggi dan akses ke pengobatan yang menyelamatkan jiwa. Memimpin tim ini memungkinkan saya memperluas dampak tersebut dalam skala yang jauh lebih besar, sehingga memastikan bahwa ‘memberikan kesempatan hidup’ adalah realitas bagi pasien stroke di seluruh wilayah.”
