
Mereka menginginkan lebih banyak hal, adalah putusan peserta Lokakarya Stroke Perawatan Pra-Rumah Sakit (Pre-Hospital Care atau PHC) pertama Malaysiayang diselenggarakan di Kuala Lumpur pada Sabtu, 21 Juni. stroke workshop Sebagai sebuah kolaborasi penting antara Angels Initiative dan College of Emergency Physicians Malaysia, workshop ini menyatukan lebih dari 70 perwakilan dari lebih dari 50 organisasi, termasuk rumah sakit umum dan universitas, layanan ambulans swasta, LSM, dan departemen pemadam kebakaran dan penyelamatan. Kesamaan antara gabungan peserta yang beragam ini adalah komitmen untuk meningkatkan hasil akhir bagi pasien stroke melalui perawatan pra-rumah sakit yang lebih cepat dan lebih efektif.
Setiap 30 menit, seorang pasien stroke yang seharusnya dapat diselamatkan, meninggal dunia, atau cacat permanen, karena mereka dirawat di rumah sakit tanpa peralatan untuk menangani stroke. Itulah betapa pentingnya bagi responden pertama untuk mengetahui cara mengidentifikasi gejala stroke, bertindak cepat, menyediakan transportasi ke rumah sakit siap stroke terdekat, dan memberi tahu rumah sakit bahwa mereka sedang dalam perjalanan.
Di Kuala Lumpur, agenda yang disusun dengan cermat mengadakan workshop yang dirancang dengan cermat untuk memberikan dampak maksimal. Hari itu dimulai dengan tiga presentasi yang luar biasa dari ahli neurologi dan dokter gawat darurat yang meletakkan dasar yang kuat untuk sisa program ini. Hal ini mencakup topik-topik penting seperti pengenalan stroke dari sudut pandang klinis, tindakan utama dalam fase pra-rumah sakit, dan praktik terbaik perawatan pra-rumah sakit. Bersama-sama, mereka memberi peserta pengetahuan dan konteks penting yang diperlukan untuk sepenuhnya terlibat dalam pelatihan berbasis simulasi yang diikuti.

pelatihan berbasis simulasi sangat penting untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan. Pada kesempatan ini, dua sesi khusus diadakan untuk memaksimalkan pembelajaran langsung:
Yang pertama menampilkan simulasi stroke virtual menggunakan Body Interact, simulator pasien digital yang merupakan salah satu sumber daya pembelajaran yang disediakan oleh Angels Initiative. Peserta dapat menilai dan mengelola pasien stroke virtual di lingkungan pra-rumah sakit, dengan tujuan untuk meningkatkan pengambilan keputusan klinis di bawah tekanan waktu. Tim Angels di Malaysia, yang menggunakanBody Interact untuk pelatihan pra-rumah sakit untuk pertama kalinya, telah memilih tiga kasus, termasuk salah satu menyerupai stroke, dan dua di antaranya memaparkan peserta ke alat skrining stroke seperti FAST-ED dan skala RACE.

Kedua adalah simulasi kelompok langsung, di mana peserta menyelesaikan tiga kasus klinis menggunakan kartu peran dan skenario terperinci. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan wilayah mereka, sasarannya adalah membantu peserta mengidentifikasi rumah sakit stroke yang siap dan tidak siap stroke di wilayah mereka, dan memungkinkan mereka untuk membuat keputusan berdasarkan informasi mengenai perutean pasien yang tepat, yang merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan perawatan stroke pra-rumah sakit. Kasus simulasi mencakup kasus ketika seorang anak berusia 10 tahun menghubungi nomor darurat atas nama ibu mereka yang mengalami stroke. Ini untuk membiasakan peserta dengan kampanye FAST Heroes dan mempersiapkan paramedis untuk menangani situasi semacam ini.
Setelah sesi simulasi, workshop tersebut mengalihkan fokus untuk merayakan prestasi dan meningkatkan kesadaran publik. Keunggulan dalam perawatan stroke darurat diakui dengan upacara penghargaan yang menghormati empat organisasi yang telah meraih EMS Angels Award pada Q1 2025. Termasuk di dalamnya pemenang penghargaan pertama kali yaitu First Ambulance Services (Central Region), PHCS Hospital Umum Sarawak, dan St John Ambulance of Malaysia (State of Penang). Rumah Sakit PHC Tuanku Ja’afar & NSmengumpulkan penghargaan keempat berturut-turut mereka.

Hari yang ditutup dengan sesi kesadaran komunitas yang menampilkan kampanye FAST Heroes 999, sebuah proyek Angels Initiative. Peserta bergabung dengan maskot Timmy, yang kehadirannya membawa energi dan visibilitas terhadap pentingnya pendidikan publik dalam pengenalan stroke, terutama di kalangan anak-anak dan keluarga.
workshop ini lebih dari sekadar pelatihan. Ini adalah katalis perubahan karena pengetahuan yang dibagikan, keterampilan yang dipraktikkan, dan kemitraan yang terbentuk akan menyebar ke seluruh wilayah. Dengan menyatukan beragam penyedia perawatan darurat di bawah satu atap, Tim Angels di Malaysia telah mengambil langkah berani untuk membangun Malaysia yang lebih terhubung, mampu, dan siap menghadapi stroke. Mereka sangat bangga dengan pencapaian ini dan bahkan lebih bersemangat dengan apa yang ada di depannya, karena mereka memandang hal ini hanya sebagai awal dari gerakan nasional untuk meningkatkan perawatan stroke pra-rumah sakit.

